Pengikut

Tampilkan postingan dengan label Berita Q. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Q. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juni 2011

Indonesia dalam Bencana  :

Negeri yang dikelilingi 129 gunung api, 79 diantaranya terhitung aktif sehingga indonesia menjadi langganan gempa.
Indonesia bahkan boleh jadi satu-satunya negara dengan gempa paling sering, dan konon gempa dahsyat pernah terjadi di indonesia dulu sekali yang kemudian mengubah segalanya.
tercatat sebagai contoh, di tahun 2004 yang lalu gempa 9,2 SR kemudian meluluh lantakkan wilayah Aceh hingga ke wilayah Thailand, Sumatera, Srilanka dan negara-negara lainnya yang memakan korban kurang ebih 250 ribu jiwa.
Dalam jangka waktu beberapa tahun saja para pakar gempa Indonesia mencatat lebih dari 2500 kali gempa di Indonesia ini, dan beberapa diantaranya adalah termasuk gempa besar dan mampu merusak.
Sehingga pada para ahli gempapun berkumpul di istana negara untuk meningkatkan kewaspadaan akan gempa bumi di Indonesia.
kemudian juga beredar abar yang g kalah fantastisnya bahwa, konon menurut para pakar Atlantis Brazil duluuu sekali Indonesia alias Nesos tidak lain adalah ATLANTIS – benua yang tenggelam karena gempa, gunung api, dan banjir besar.....

Berita Sulteng

Selasa, 07 Juni 2011

Joisman Tanduru_YPR : Implementasi Tata Ruang Kota Palu dinilai Tidak Konsisten

Senin, 06 Juni 2011


IMPLEMENTASI TATA RUANG KOTA PALU DINILAI TIDAK KOSISTEN

PALU- Implementasi Tata Ruang Kota Palu dinilai tidak konsisten. Hal ini dikatakan koord. Deputi Perencanaa dan Tata Ruang Yayasan Pendidikan Rakyat Sulteng, Joisman Tanduru, kepada media ini pada siaran persnya kamis(2/6).

Menurutnya, ruang-ruang Publik semakin tidak menentu sehingga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat miskin. Selain itu, penetapan dan pengakuan terhadap wilayah kelolah rakyat tidak mendapat perhatian serius oleh pemerintah,

seperti perti pengelolaan Teluk Palu yang cenderung memberika peluang pada pembangunan usaha-usaha skala besar, hingga pemberian izin reklamasi pantai.


Mestinya kata dia, kalau pemerintah konsisten dengan pengembangan rumput laut di wilayah pesisir teluk palu, jangan ada izin lagi bagi pertambangan galian C diwilayah Palu Barat.

“kalau  kita jalan ke Donggala, kita akan menemukan banyak banyak sekali galian C. dan semuanya melakukan reklamasi untuk pembangunan dermaga pengankut” katanya.

Menurutnya, pemerintah harus mengevaluasi kembali mengimplementasi dari rencana Tata Ruang Kota Palu sebelumnya,  serta mensosialisasikannya pada masyarakat, sebab hingga saat ini masyarakat belum mengetahuibagaimana rencana implementasi  Rencana Detil Tata Ruang (RDTL) Kota Palu sebelumnya.

Ketidak konsistenannya juga terjadi diwilayah DAS Kota Palu, dengan adanya pembangunan rumah susun dan bangunan permanen lainnya. Menurut Peraturan Daerah (Perda) nomor 17 tahun 2002 tentang garis sepadanan pantai dan sungai Kota Palu wilayah itu adalah kawasan jalur hijau antara 50-100 meter  dari wilayah DAS.

Sasaran umum untuk kepentingan ekonomi masyarakat juga masih banyak tak berjalan sebagaimana mestinya. Pembangunan Pasar Petobo misalnnya. Hingga saat ini tidak banyak di tempati masyarakat. Hal ini juga terjadi di pasar modern Tavanjuka. Para pedagang masih enggan menempati pasar tersebut.

Pihknya juga khawatir, atas implementasi berbagai program yang coba di wacanakan pemkot saat ini, seperti program Green and Clean dan slogan Kota Palu City For All, jika kondisi Tata Ruang saat ini tidak di evaluasi dan di benahi. (SAHRIL)

Sumber : Media Alkhairaat

Senin, 10 Januari 2011

Serpihan Kegelisahan..

Serpihan Kegelisahan..

*) sungguh puisi indah yang membuatku kegilisah...

Jumat, 07 Januari 2011

Sampah Talise

SAMPAH PANTAI TALISE DIBUANG DI BUNDARAN HASANUDDIN

PDFCetakEmail

Kamis, 02 Desember 2010 16:44

Palu, 2/12 – Sampah menjadi Obyek dalam Seni Pertunjukan yang ditampilkan oleh Seniman Palu. Belasan seniman yang melakukan Performing Art dengan mengumpulkan sampah disekitar Pantai Talise Palu dan membawanya sampai ke Tugu Kota di Bundaran jalan Hasanuddin Kamis (2/12) dinihari.

Seni Pertunjukan yang bertajuk Orang Orang Bajo melihat kota dari atas bagang, Menurut Endeng Mursalin adalah bentuk kekecewaan dari Masyarakat Laut yang menjalani kehidupannya di Teluk Palu. Setiap hari ada sekitar dua ton sampah masuk ke Laut yang berasal dari Masyarakat kota Palu.

" Melihat fenomena itu, membuat kami menolak dan mengembalikan sampah itu kembali ke kota " kata Endeng dengan suara lantang.
Dalam aksi teaterikal itu belasan seniman yang tanpa baju mengumpulkan sampah di sekitar pantai Talise dan membawa sampah tersebut dengan berjalan kaki menuju Tugu Bundaran Hasanuddin yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari Pantai Talise. Selain sampah yang di pungut di jalan, Sebagian lagi dikumpulkan pada sebuah gerobak kecil dan didorong hingga sampai di Bundaran Hasanuddin.

Kotoran dan sampah itu akhirnya dihambur-hamburkan pada Tugu Bundaran Hasanuddin hingga menutupi hampir sebagian bagian tugu yang menjadi titik nol kota Palu. Setelah sedikit berorasi belasan seniman itu kembali ke Pantai talise dengan berjalan kaki. Dalam acara ini juga ditampilkan pertunjukkan tari kontemporer dan nyanyian musik tradisi serta aksi seniman seniman palu lainnya. (BP001/bp003)

NasdeM di Sulteng

NASDEM: NEO-LIBERALISME HANYA PERKAYA SEGELINTIR ORANG

PDFCetakEmail

Selasa, 16 November 2010 00:32

PALU (15/11) - Organisasi massa, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Nasional Demokrat (Nasdem), Senin malam melakukan sosialisasi menjajaki pembentukan Nasional Demokrat di Sulawesi Tengah. Sosialisasi dihadiri Sekretaris Jenderal Nasdem Syamsul Mu'arif, Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Ferry Mursyidan Baldan dipandu Wakil Sekjen Pertanian, Kehutanan dan Kelautan M Ichsan Loulembah.

Dalam pemaparannya, Syamsul Mu'arif lebih banyak menyoroti soal perekonomian neo-liberlisme yang telah melahirkan kapitalisme, yang hanya mensejahterakan segelintir orang-orang dimana cabang-cabang produksi yang dikuasai oleh negara, kini semuanya diserahkan kepada mekanisme pasar yang dipicu desain Undang-Undang (UU) Penanaman Modal, UU Perkebunan, UU Pertambangan.

''Contoh yang paling santer sekarang ini adalah Krakatau Steel yang sesungguhnya sudah dikuasai investor asing sebelum dijual,'' kata Syamsul Mu'arif di Ballroom Palu Golden Hotel.

Menurut Syamsul MU'arif, selama 12 tahun reformasi, struktur yang justru membaik kelas menengah ke atas, tapi menengah ke bawah belum. Apa yang salah?,'' ujar Syamsul dengan nada bertanya.

Soal cadangan devisa negara saat ini, sebesar Rp90 miliar dollar AS, membuat ekonomi Indonesia tidak mengalami keguncangan ekonomi. Namun, tambah Syamsul, satu hal yang menjadi pertanyaan, mengapa kondisi rakyat Indonesia masih seperti ini. Dia mencontohkan, kenaikan APBN tiga kali lipat juga tidak dapat merubah kesejahteraan masyarakat.

Nasdem dengan tagline Restorasi, yang pertama, restorasi negara-bangsa yang berupa upaya membangun keteladanan, membangun karakter gotong royong sesuai dengan dasar negara dan membangun kepercayaan rakyat terhadap institusi negara, kedua, restorasi kehidupan rakyat yang berupa upaya membangun gerakan arus bawah, atas prakarsa rakyat, yang membawa nilai-nilai kebajikan, spritualitas kebangsaan, sosialitas sosial, kearifan buaya lokal, dan etos kerja yang produktif, ketiga, retorasi kebijakan yang berupa upaya membangun keseimbangan baru dalam tata dunia yang lebih adil, damai dan menjaga kelestarian alam semesta. (bp009)

Sulteng

TIGA PERISTIWA DI SULTENG JADI PELAJARAN BERHARGA

PDFCetakEmail

Rabu, 05 Januari 2011 00:42

PALU (5/1) - Mantan Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Muhammad Amien Saleh, mengaku tiga peristiwa besar yang terjadi di Sulteng saat ia menjabat cukup menjadi referensi dan pengalaman tersendiri, baik secara pribadi maupun jenjang karirnya. Ketiga peristiwa tersebut adalah tragedi Buol, Pilkada Tolitoli dan Tambang Poboya.

Hal tersebut dikatakan Amin saat memberi pesan dan kesan saat acara malam pengantar jabatan di Swiss-belhotel Palu. Amin Saleh yang didampingi isteri dan putrinya dalam kesempatan itu mengatakan, dalam ketiga peristiwa besar tersebut, ia banyak menimbah pengalaman dan makna sebgai aparat penegak hukum di tengah-tengah masyarakat.

“Meski hingga kini kasus Buol belum sepenuhnya selesai, tapi itu cukup memberi referensi bagi saya. Begitu juga dengan kasus Pilkada Buol dan Tambang Poboya. Melalui kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada kita semua, terutama untuk Walikota Palu, Ketua KPU Sulteng dan Raja Buol,” paparnya. Di akhir paparannya, Amin berpesan kepada Kapolda baru, Kombes Pol Dewa Parsana agar bisa meneruskan segala program dan kegiatan yang masih tertunda. Ia berharap, kedepan Polda Sulteng dibawah pimpinan pejabat baru bisa lebih baik dari sebelumnya.

Sementara itu, Dewa Parsana yang juga diberi kesempatan yang sama bersama isteri dan puteranya mengakui, kalau dalam sejarah kepemimpinan Polda Sulteng, baru kali ini Wakapolda menggantikan Kapolda di tempat yang sama. Sebelum-sebelumnya, kebanyakan Kapolda dijabat oleh pejabat polisi dari darah lain atau Mabes Polri. Menanggapi harapan Amin, Dewa mengaku siap melanjutkan segala apa yang sudah dilaksanakan oleh Amin saat menjabat. Ia mengakui, kalau sejumlah program yang dilakukan sebelumnya cukup untuk dijadikan pijakan untuk pelaksanaan tugas kepolisian di Sulteng di waktu-waktu mendatang.

“Saya siap menjalankan tugas baru ini. Pemikiran-pemikiran yang telah dituangkan kapolda lama baik kepada internal polisi maupun untuk masyarakat, saya pikir cukup menjadi bekal,” katanya. Ia juga menyinggung soal kesiapan polisi dalam Pilkada gubernur bulan April mendatang. Menurutnya, pesta demokrasi tersebut menjadi kensentrasi programnya di awal kepemimpinannya.

“Saya berharap Pilkada mendatang bisa menjadi sarana, dimana kita bisa menjalankan bagaimana pesta seni dalam berdemokrasi. Kalau semuanya disentuh dengan seni, saya yakin semua bisa berjalan lancar dan diterima semua kalangan,” katanya.

Pada kesempatan itu, sejumlah pejabat daerah dari kabupaten/kota juga turut hadir dan memberi cinderamata bagi Amin Saleh, yang akan menjalani tugas barunya di Mabes Polri sebagai Wakil Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri. (BP20/BP009)
CEKCOK, SUAMI TEGA HABISI ISTRI

PDFCetakEmail

Selasa, 07 September 2010 00:52

PALU, (7/9) Seorang warga Desa Bulubete, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi tega menghabisi nyawa istrinya sekitar pukul 20:30, Minggu (5/9). Usai menghabisi nyawa istrinya sang suami mencoba bunuh diri.

Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian, peristiwa itu bermula saat pelaku Ahmad (46) dan istrinya Nurwahida (35), tengah berada di tempat kejadian Perkara (TKP) yang merupakan rumah orang tua korban Nurwahida.

Tiba-tiba terjadi cekcok antara keduanya, tidak lama kemudian korban Nurwahida berteriak minta tolong ." Saat itu kami mendengar suara korban meminta tolong,"kata Kasat Reskrim Polres Donggala AKP Iwayan mengutip perkataan Bilo (32), salah seorang saksi Senin malam.

Mendengar teriakan korban, warga langsung mendatangi lokasi dan mencoba menghentikan aksi tersangka Ahmad. Namun saat sampai di lokasi warga menemukan korban Wahida dalam keadaan tidak bernyawa.

Sementara usai membunuh istrinya, tersangka Ahmad mencoba bunuh diri dengan menusukkan sebilah tombak ke lehernya.

Beruntung warga berhasil menyelamatkan tersangka dan membawanya ke Rumah Sakit Undata Palu untuk menjalani pertolongan medis.

" Kami dan beberapa warga langsung membawa tersangka ke Rumah Sakit Undata Palu,"kata AKP I Wayan.

Akibatnya tersangka mengalami luka tusukan di bagian lehernya. Sementara korban Nurwahida menderita 25 luka tusuk dan sabetan parang di beberapa bagian tubuhnya, seperti leher dan dada.

Dari lokasi kejadian, polisi menemukan barang bukti berupa sebilah parang dan sebilah tombak yang digunakan tersangka dalam menghabisi nyawa korban.

Hingga Senin kemarin, tersangka masih menjalani perawatan insentif di Rumah Sakit Undata Palu," tersangka masih dirawat pada salah satu ruang di Rumah Sakit Undata.(BP026/BP005)

Blog Oyi Lindu

My Great Web page